Halaman

10 Februari 2013

Lazy Song


Shalom..
Salam sejahtera dengan kasih sukacita, puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa Sang Pemilik kehidupan ini atas cinta dan KasihNya yang begitu besar ibadah PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) boleh berjalan dengan baik.
            Ibadah mulai tepat pukul 16.25 rekan2 yang hadir saat itu kebanyakan hanya BP(Badan Pengurus) PMK dan 12 APMK (Anggota Persekutuan Mahasiswa Kristen) selang beberapa menit kemudian ruangan kelas tingkat 2 Farmasi saat itu menjadi penuh dengan total kehadiran 64 orang.
Ibadah dimulai dengan penyembahan dengan satu pujian “ Bagi-Mu pujian” lagu ini dibantu oleh Kedua singer Carolina Ivi Adak bersama rekannya Eka Pering, dengan Master ceremony sekaligus song leader Asthyn Sagabulang tidak lupa juga pemusik Andry Amalo ft Max Maupada dengan pemukul simba Endang Kawa. Bersyukur karena mereka mau terlibat dalam pelayanan kali ini.

Master Ceremony Asthyn Sagabulang

Anggota Persekutuan Mahasiswa Kristen Farmasi-Analis kesehatan Kupang..NTT

Singers Ivi With Eka Pering...

            “ Today i’m not doing anything i just wanna lay in my bed....” demikianlah sedikit penggalan liriknya Jazon Mraz, beberapa bait lagu ini kita angkat menjadi satu thema dalam ibadah PMK kali ini “Lazy Song” dengan pembicara Ka Rabea Se’o.
            Hear about the lazy song beberapa penggalan bait itu artinya tentang sifat malas seseorang yang enggan melakukan apa-apa kecuali hanya ada di atas tempat tidurnya(wow betapa malasnya ..) disini bukan memahas tentang The Lazy Song tetapi bagaimana dunia ini semakin berkemang dan mengalamu kemajuan dengan erbagai teknologi yang mencoba mengganggu kita.. beberapa jawaban dari teman2 PMK saat itu yang hadir mencoba menjawab dari pertanyaan “pekerjaan yang membosankan apa yang ingin dihindari ?” sentak jawaban mereka saat itu :
  •      Malas belajar, kita disebut mahasiswa tetapi kemalasan kita untuk belajar seperti anak TK. Apakah dengan malas belajar ini kita masih bisa berstatus sebagai mahasiswa ?, mau dapat nilai A tapi malas belajar.
  •    Malas membaca alkitab, Bagaimana ya ?? mengaku kristen tetapi alkitab saja jarang dibaca.
  •     Malas berdoa . Contohnya nii, berdoa karena dapat masalah, uang kost habis berdoa tiap hari, giliran senang-senang ehh lupa Tuhan.
  •      Malas ke gereja
  •      Malas ke kampus
  •       Malas makan

Jadi pengertian :
Malas adalah enggan melakukan aktifitas, tidak rajin bekerja, tidak mau melakukan sesuatu.
Kemalasan adalah sifat malas, keadaan malas. Jika malas terus kebiasaan ini akan terus dan terus menerus sampai usia menikah. (anak berkata :”ihh mama ko malas sekaliii,, bapak kohh malas !”)..
Beberapa alasan kemalasan, yaitu :
1.    Tidak Interest ( salah masuk jurusan, tidak suka pada kegiatan atau pekerjaan yang dierikan) tidak suka pada satu mata kuliah di kampus.
2.    Tidak nyaman dengan lingkungan.
Lingkungan bisa mempengaruhi kita atau membuat kita malas.
3.    Masalah pergaulan
4.    Masalah keluarga
5.    Kondisi tubuh yang tidak fit (sering begadang,dll)

Ciri-ciri orang malas :
1.    Suka menunda-nunda
2.    Suka menghabiskan waktu
3.    Suka membantah atau keras kepala
4.    Suka berbohong
5.    Tidak bergairah melakukan sesuatu
6.    Dll

Dampak kemalasan:
1.    Bagi pertumbuhan rohani
2.    Bagi masa depan
3.    Bagi pergaulan
4.    Bagi keluarga
5.    Bagi masyarakat
Dasar firman Tuhan : Amsal 6:6-8;13:4;15:9;22:13;24:30-34:26:14-16

Ciri-ciri orang malas berdasarkan Amsal
1.    Rasionalisasi (Amsal 22:13)
2.    Suka tidur (Amsal 24:30-34)
3.    Menyakini alasan yang dibuatnya sendiri
4.    Tidak pernah menyukai sesuatu (Amsal 22:1-3; 26)





Katakan Selamat Tinggal Kemalasan Selamat Datang Kerajinan dan Ketekunan

Tart Ultah PAndan

jika aku punya talenta buat apa harus menguburnya dan membiarkannya sampai ngengat...? jika aku bisa melakukannya buat apa harus sembunyikan tangan ? toeennnggg...... ini kata kata terbesar buat saya berawal dari coba-coba dan hingga skarang belajar untuk promisikan hasil karyaku hehhe ...


jenggggg jengggg,,, jrenggggg...................

                                                           Tart Ultah Pandan















30 Januari 2013

Apa yang aku lakukan tidak sama dengan apa yang kamu pikirkan.



Jalan kehidupan orang berbeda-beda, apa yang mereka lakukan tentu berbeda dengan apa yang aku lakukan. Ada orang yang berkata bahwa aku seperti orang gila yang mondar-mandir yang sibuk dengan urusannya sendiri, ada yang bilang “apa yang kamu lakukan? Bagaimana mungkin kamu tidak pulang ke rumah dan beristirahat? ” mendengar kalimat dengan ekspresi wajah yang tak ku harapkan aku hanya diam dan mencoba tersenyum dan ketika itu juga orang tersebut berbalik dan meninggalkan saya sendiri. Peristiwa ini terjadi berulang-ulang mereka mungkin bosan sehingga tak lagi bertanya pada ku. Mereka pernah membenci setiap kegiatan yang saya lakukan, mereka juga tak pernah menghadiri kegiatan dimana aku bersama teman2ku berada, aku berpikir bahwa mereka hanya hadir saat acara duniawi.
Aku dan mereka jelas berbeda, apa yang aku lakukan jelas berbeda dengan mereka. Dalam hatiku mengapa begitu mudahnya mereka melangkah ? sepertinya tidak ada satupun rintangan menghalangi mereka, namun aku ? apa yang terjadi? Hanya ingin sesuatu yan terbaik tapi untuk mendapatkan sangat sulit aku harus merangkak dari bawah untuk memulai dari awal. Kadang saya merasa takut, merasa pesimis, sangat pesimis, tapi bersyukur setiap hari aku melakukan thanksgiving pada Bapa di sorga sehinga aku menemukan beberapa ayat dalam alkitab Kejadian 33:18-20 karena Yakub merasa ketakutan bersama kakaknya, malam harinya ia bergumul dengan Tuhan. Yakub merasakan campur tangan Tuhan disetiap ketakutan yang ia hadapi dan penyertaanNya untuk membawanya kembali ke Kanaan. Yakub yang aku baca ia selalu membawa setiap ketakutannya untuk berlindung pada Tuhan. Jika saya merasa takut dan takut terus menerus maka ketakutan yag saya alami akan membuat mata rohani saya tidak dapat melihat cara pandang Tuhan di dalam setiap situasi yang saya hadapi. Aku merasa kuat ketika membaca bagian ini.
            Disetiap langkah hidupku aku hanya akan mencoba melakukan perkara yang baik, aku tak ingin memikirkan apa yang terjadi di kemudian hari, tapi saya berusaha untuk mengerjakan bagian saya hari ini, untuk siapa saya lakukan, dan dengan cara seperti apa yang saya kerjakan dengan demikian semuanya akan menyenangkan hati Tuhan.


Aku hanya ingin melakukan perkara yang baik , aku hanya ingin hidupku berkenan pada Tuhan.

Apa Semudah itu Yang Kalian Lakukan ?



Apakah kamu mengaku seorang kristen?, apa kamu mengaku bahwa kamu setiap hari bekerja di gereja, di persekutuan, aktif kegiatan rohani dan sebagainya ? Kamu mengatakan Ya untuk semua hal di atas tetapi  setiap hari senin hingga sabtu kamu ingin meraih kesuksesan di masa depan tetapi untuk mendapatkan semuanya itu kamu menukar Dia dengan kesuksesan  atau kebahagiaan yang sesaat maka betapa sedihnya Tuhan jika melihat semuanya, apa yang kamu lakukan dia atas itu tidak berguna, kamu bahkan tergoda melakukan hal-hal kecil yang menyakiti perasaan Dia, kamu menukar iman kamu dengan apapun yang ada di dunia ini, kamu berbohong saat menjadi mahasiswa kamu berbuat curang hanya ingin mendapatkan angka terbaik di selembar kertas bercap Logo universitas mu. Kamu tidak berusaha ataupun berjuang mendapatkan sesuatu dengan cara yang benar kamu hanya mengcopy paste salinan ujian, tugas  laporan dari orang lain, Semudah itu kah kamu menukar keselamatanmu dengan kebahagiaanmu ? Kamu menyangkal Dia dengan semua yang kotor yang kamu lakukan maka Tuhan pun akan menyangkal kamu di depan BapaNya. Sukses dan nama besar dengan cara yang salah adalah fana, sedangkan iman berguna untuk kepentingan kekal karena dengan iman kita beroleh hidup yang kekal.
Apa yang saya tuliskan berdasarkan hasil sate(saat teduh)

Semenarik apapun yang ada di dunia maka jagalah diri ini agar tidak tetarik dengan semuanya itu raihlah apa yang ada di depan mata dengan cara yang tepat dan benar agar Dia yang melihatmu tidak menjadi sedih dan menghapus namamu dalam kitab kehidupanNya.
(Santallum)

26 Januari 2013

Pembinaan PKK




The Good Sheeperd suatu thema yang sudah berulang-ulang tetapi punya penekanan yang berbeda.  Pemimpin ktb sebagai domba pelayanan, pemimpin ktb sebagai sumber air bagi aktb kita akan melihat bagaimana pktb mengatasi kepekatan dalam aktifitas, Tujuan kelompok pemuridan itu menyangkut semua hal persekutuan besar, baik itu KTB, Training-training semuanya kita masukan sebagai bentuk pemuridan, tetapi intinya adalah KTB. Tujuan pemuridan yaitu menghasilkan murid yang dewasa secara rohani, jadi seorang murid tetapi murid yg dewasa secara rohani atau istilah dalam rasul paulus efesus 4:13 untuk mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang anak Allah, kedewasan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, jadi Murid seperti itu, berarti kita sebagai murid sebagai pemimpin KTB minimal mempunyai 1 kesatuan iman, kesatuan iman artinya  kita tidak bimbang, tidak goyah.
Kita punya 1 kesatuan iman yang tertuju pada Tuhan. Kita juga dikatakan punya pemahaman yang benar tentang anak Allah, punya pemahaman yang mungkin benar dalam arti yang mungkin tidak sempurna tetapi minimal secara dasar-dasar yang sebagaiya kita punya pemahaman tentang anak Allah itu. Pengetahuan yang benar tentang Allah adalah suatu hal yang sangat dasar kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, jadi dikatakan kita punya suatu tingkat pertumbuhan yang dikatakan sempurna walaupun mungkin tidak sempurna
Murid itu seperti itu. Adanya kesatuan iman, Kedewasan yang penuh dan tingkat pertumbuahn yang sesuai dengan kepenuhan kristus nah itu murid dikatakan sebagai disaipel (gak tau cara tulisnya tapi dibca begini) jadi kalau kita murid kita akan sampai pada level itu kita juga akan membina orang sampai pada level demikian, perlu diingat tentang murid adalah proses belajar yang tidak pernah selesai kenapa ? karena kalau kita adalah orang yang setia kita akan terus menemukan kehendak Tuhan semakin lama semakin dalam hidup kita, pada waktu Tuhan memberikan tantangan kita kita akn tetap setia kita akan melihat akan pemeliharaan Tuhan dan menemukan kehendak Tuhan yag semakin dalam tetapi kebanyakan orang tidak setia di satu pihak kita setia di lain pihak kita tidak setia maka murid itu adalah proses yang berlangsung seumur hidup, untuk dia bisa setia dan akhirnya melihat kehendak Tuhan yang nyata bagi hidupnya karena kita itu kdang-kadang jalan berdasarkan iman tapi kadang-kadang kita jalan dengan perasaan.
Tetapi dalam kasat mata manusia pasti sirna dan kita kadang-kadang berjalan dengan kasat mata manusia tetapi dalam kasat mata Tuhan pengharapan itu datang dari Tuhan dan kita adalah alat tuhan, maka pada waktu kita punya iman kepenuhan Kristus iman yang sama seperti itu, maka kita akan melihat kehendak Tuhan bahwa memang semua hanya nyata di dalam Tuhan sendiri, nah kita mendidik orang seperti itu, orang yang berdukacita tetapi tetap  berduka cita tetapi dia sadar bahwa ada pengharapan.
Kadang-kadang kita tidak berjalan iman kita berjalan dengan pandangan-pandangan manusia kita tidak berjalan dengan iman, makanya itu proses seumur hidup untuk kita terus menemukan kehendak Tuhan
Kriteria murid bagi kita, pertama karakter yang terus bertumbuh.
Karakter adalah sifat atau watak yang terwujud dalam tingkah lakunya, Paulus menjemputnya sebagai buah-buah roh, karakter itu jelas hanya bisa betmh pada waktu dekat denganFirTu, jika tidak taat pada FirTu karakternya tidak akan bertumbuh, kondisi-kondisi itu hanya Tuhan berikan sebagai penunjang karakter kita membentuk karakter kita tetapi kita taat pada FirTu maka kita akan mengerti akan kondisi-kondisi demikian misalnya kita sebagai orang pemarah, kita pingin suatu karakter yang terus bertumbuh yaitu keinginan kita akan kondisi demikian ia akan terus memacu adrenalin kita nah Tuhan akan mengijinkan untuk kalau kamu terus berdoa Tuhan akan ijinkan kamu pada kondisi demikian untuk kamu punya karakter untuk bisa berubah maka Amsal mangatakan “Besi menajamkan besi manusia menajamkan sesama”.
Karakter-karakter demikian yang akhirnya Tuhan babat babat babat sampai sempurna, terus bertumbuh sampai pada karakter yang demikian karena karakter tidak di hasilkan FirTu karakter akan dihasilkan berdasarkan lingkungan, berdasarkan image orang makanya ada orang baik supaya di lihat teman-teman supaya dipuji dosen karna karakter di bentuk berdasarkan lingkungan atau di bentuk berdasarkan keluarga dia tidak maki karna memang orangtuanya punya akhlak yang sangat bagus  tapi karakter yang paling sempurna itu adalah karakter yang dibentuk FirTu karna ketaatan nya kamu tidak mengumpat kamu tidak memaki karna ketaatan pada Tuhan. Jika kita mau bertumbuh maka jangan takut untuk menghadapi situasi-situasi yang demikian, ada contoh misalnya kita datang lebih awal karna peraturan sdri datang lebih awal di kampus supaya dipuji , jadi karakter-karakter dimana dasarnya basicnya bukan Firman Tuhan karna karakter akan dibentuk dengan baik berdasarkan Firman Tuhan, kita kelihatan baik supaya orang menyukai kita bukan karna Tuhan menghendaki kita, dan ada yg mengatakan bahwa tips sederhana supaya di sukai oleh orang adalah murah senyum, ya bagus murah senyum tetapi ini humanis semua hanya berdasar pada diri kita bukan ketaatan pada Firman Tuhan, jika tidak kembangkan, karaker kita akan kembangkan berdasarkan lingkungan maka seperti yang dikatakan bahwa perbedaan karakter dan reputasi itu ya misalnya bahwa reputasi itu apa yang orang katakan pada kita pada waktu tersebut tetapi karakter adalah apa yang mereka katakan kepada kamu dihadapan Tuhan berarti Tuhan melihat pada motivasi pada hati dan temanmu hanya melihat apa yang baik tapi hanya dibagian luar,
Untuk membentuk seseorang ingat Firman Tuhan itu harus dia dilakukan makanya dikatakan menabur pikiran menuai tindakan menabur  tindakan menuai kebiasaan menabur kebiasaan menuai karakter. Tetapi kebiasaan-kebiasaan dihasilkan kepada Firman Tuhan pada saat sdra menabur kebiasaan akan menuai karakter. Menabur karakter menuai masa depan, pasti masa depan ada dalam tangan Tuhan, sobat orang yang pintar itu baik sangat baik tetapi cari orang yang berkarakter itu sangat sulit. Pemimpin yang berkarakter itu sangat sulit, maka jika kita punya karakter yang lebih baik apalagi dengan pimpinan dan penyertaan Tuhan maka kita akan dipakai.   
Kita belajar untuk bisa mempengaruhi orang jika bukan kita yang mempengaruhi adik bimbingan kita maka dia akan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, teman-temannya, keluarganya. Maka kita harus mempengaruhi mereka. Seperti Mempengaruhi agar tidak nyontek itu belum pernah ada yang tidak gampang. Jadi cakap mengajar itu supaya bisa mempengaruhi orang seperti Paulus bisa mempengaruhi Timotius, jika kita tidak mempengaruhi orang dengan FirTu maka orang lain akan mempengaruhi ia dengan sikap lain. 
Ita bukan hanya mengajar adik adik bimbingan kita dengan teori, kita bukan hanya membagikan hidup dengan adik KTB kita tapi jika dia mau berhasil kita juga harus terus berdoa bagi dia, Paulus melakukan pada adik rohaninya Timotius, Tuhan Yesus melakukannya itu pda murid-muridNya samapi mereka mati martir
Berikutnya gembala yang baik yang menggembalakan domba-dombanya, mngembalakan berarti membagi hidup. Paulus pun bukan hanya membagi injil namun membagi hidup sama seperti seorang ibu mengasuh anak-anaknya. Kita pemimpin KTB bukan hanya mengajar karna mengajar itu juga bisa berarti sebagai dosen tapi kita juga membagi hidup pada mereka.
Salah satu hal dalam mengerjakan pemuridan itu adalah masalah waktu, tetapi misalnya punya pekerjaan lebih dari 2 punya keluarga bukan berarti tidak punya semangat, semangat tetap ada, mereka hanya terhalang dengan begitu banyak porsi pekerjaan yang banyak. Tetapi prinsip dasarya hanya satu “ meminimalkan yang tidak penting dan mengutamakan yang penting “

 
 Demikian apa yang dapat saya sajikan materi ini saya merinkasnya lewat Pembinaan Pemimpin Kelompok Kecil di kampus saya dengan pembisacara K'Senny Pelokila ( maaf ya jika ada pendobelan kata, kesalahan kalimat dsb.)

Reren.