Halaman

3 Juli 2012

PEWARNAAN / PENGECATAN / STAINING


I. PEWARNAAN GRAM

A.           Tujuan
   Untuk menentukan kuman gram positip dan gram negatip 

B.            Larutan yang diperlukan

1.        Kristal violet oksalat
2.        Alcohol 96 %
3.        Lugol
4.        Safranin 0,25 %

C.            Cara Pembuatan Larutan
1.        a.    Kristal violet                            2   gram
        alcohol 95 %                           20 ml
          a.          ammonium oksalat                  0,8 gram
        aquades                                   80 ml

         larutan a dan b dicampur dan disaring setelah 24 jam dengan kertas saring.

2.                Yodium Kristal                              
        KI                                               1 gram
        Aquades                                     2 gram
                                                         300 ml
3.             Safranin                                     0,25 gram
      Alcohol 95 %                                10 ml
                       Aquades                                       10 ml
                     Saring setelah 24 jam                   90 ml


D.                                   Cara Pewarnaan

1.        Sediaan yang telah difiksasi dibubuhi larutan Kristal violet oksalat selama ………………….
         1 menit
2.        Dicuci dengan air kran
3.        Ditetesi lugol dan diamkan selama …………… 1 menit
4.        Dicuci dengan air kran
5.        Ditetesi alcohol 95 % selama …………………..20 – 30 detik.
6.        Dicuci dengan air kran
7.        Kemudian ditetesi Sefranin 0,25 % selama 30 detik
8.        Dicuci dengan air kran dan keringkan di udara.
9.        Diperiksa di bawah mikroskop dengan minyak imersi.


E.                 Hasil pewarnaan
Gram positip                :  kuman berwarna ungu
Gram negatip               :  kuman berwarna merah


F.             Contoh  :   kuman gram positip batang             :  B.  subtilis
         kuman gram positip kokus             :  staphylococcus
         kuman gram positip batang            :  E.  coli         
                              kuman gram positip  kokus            :  N. gonorrhoeae


PEMBUATAN MEDIA


PENDAHULUAN
            Media adalah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang dipakai untuk menumbuhkan mikroba. Selain itu media sekaligus digunakan untuk :
a.       Isolasi.
b.      Memperbanyak.
c.       Pengujian sifat – sifat fisiologis atau biokimiawi.
d.      Perhitungan jumlah mikroba.
e.       Menyimpan mikroba.

SYASYARAT – SYARAT MEDIA
            Supaya media dapat tumbuh dengan baik dalam suatu media, maka perlu dipenuhi syarat – syarat sebagai berikut :
  1. a.    Media harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan oleh mikroba.
  2. b.   Media harus mempunyai tekanan osmose, tegangan permukaan dan pH yang sesuai untuk pertumbuhannya.
  3. c.  Media tidak mengandung zat penghambat kecuali yang sengaja ditambahkan pada media  selektif atau one-purpose media.
  4. d.   Media harus steril.


KLASIFIKASI MEDIA
            Media dapat diklasifikasikan berdasarkan atas susunan kimiawi, konsistensi atau kepadatannya dan fungsinya.

a.       Klasifikasi berdasarkan susunan kimia :
1)      Media anorganik         :  yaitu media yang tersusun dari bahan – bahan anorganik                                       misalnya silica gel.
2)      Media organic             :  yaitu madia yang tersusun dari bahan – bahan organic.
3)      Media sintetik             :  yaitu media buatan dengan ramuan yang tertentu baik ready                                                for use maupun ramuan sendiri.
4)      Media non sintetik      : yaitu media alamiah, misalnya media wortel, media kentang                                                 dan lain – lain.
b.      Klasifikasi media berdasarkan konsistensi atau kepadatan :
1)      Media cair ( liquid media ) yaitu media yang berbentuk cair ( broth ) misalnya air pepton, bouillon, nutrient broth tarozzi dan lain – lain.
2)      Media setengah padat ( semi solid media ) yaitu media yang prosentase agarnya dikurangi, seperti SIM, semi solis agar.
3)      Media padat ( solid medium ) yaitu media bentuk padat atau beku, seperti media wortel, media kentang, media agar dll.
CATATAN :
            Perbenihan cair ada yang dimasukan dalam tabung dan ada pula di dalam labu. Perbenihan padat ada yang dibuat dalam tabung yang dimiringkan, tabung yang ditegakkan dan cawan petri, sedangkan perbenihan setengah padat umumnya dibuat di dalam tabung atau botol kecil yang ditegakkan.
a.       Klasifikasi media berdasarkan fungsinya.

1)        Transport media  : yaitu perbenihan yang digunakan untuk mengirimkan specimen dari suatu tempat ke laboratorium.
Contohnya  : Carry & Blair, Stuart, Amies medium.
2)        Enrichment media  : yaitu perbenihan yang digunakan untuk memperbanyak bakteri baik yang ada di dalam specimen maupun bakteri dengan kolom yang kecil – kecil.
Contohnya  : BHI agar, thioglicholat broth, blood plate dll.
3)        Enrichment exclusive media  : yaitu perbenihan yang dapat memperbanyak segolongan bakteri tertentu sedangkan bakteri lainnya dihambat atau tidak dapat tumbuh.
Contohnya  : Alkali pepton, selenit broth, tellurit dsb.
4)        Exclusive media  : yaitu perbenihan yang hanya dapat ditumbuhi segolongan bakteri saja, sedangkan bakteri lainnya tidak tumbuh dan dapat dibeda – bedakan koloni species satu dengan koloni species lainnya.
5)        Selectif media  : yaitu perbenihan yang dapat digunakan untuk membadakan golongan satu dengan yang lainnya sehingga dapat dipilih koloni – koloni bakteri yang dicarinya.
Contohnya : SS media, TCBS dan sebagainya.

A.                              PERBENIHAN UNTUK PEMERIKSAAN KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR.

1)                                                        Perbenihan lactose broth ( LB )
                        Dalam penggunaan media /perbenihan ini digunakan 2 modifikasi yaitu single strength triple strength, yang letak perbedaannya adalah pada konsentrasinya. Perbenihan ini adalah perbenihan siap pakai. Setiap 1 liter perbenihan LB single strengh mengandung :
-        Beef extract     ( Bacto )                                  32 gram
-        Peptone           ( bacto )                                     5 gram
-        Lactose            ( bacto )                                     5 gram
                        Cara pembuatannya ( LB Single Strengh ) Sebagaimana telah tertulis pada label botol, 13 gram dilarutkan dalam 1 liter aquades atau deionized water. Agar tercampur lebih merata.


Dapat dihangatkan dengan WB sambil goyang. Kemudian dibagikan kedalam tabung sebanyak masing – masing 10 ml yang sebelumnya kedalam tabung tersebut diletakkan tabung fermentasi ( durham ) kecil terbalik.
                    Disterilkan dengan autoklaf, pada 121 0C ( 15 pound pressure ) selama 15 menit. Ditunggu sampai temperature kurang 750C, sebelum diangkat dari autoklaf, untuk menjaga agar tidak terjadi gelembung udara dalam tabung durham.
                    Derajat keasaman ( pH ) pada 250C adalah 6,9 ± 0,2

CATATAN  :
                    Untuk membuat perbenihan LB triple strength, ditimbang 3 x 13 ( =39 ) gram yang dilarutkan dalam 1 liter aquades atau deionazed water, yang dibagikan dalam tabung masing- masing 5 ml.

2)                                              Perbenihan BGLB ( Brilliant Green Lactose Bile Broth )
Setiap liter mengandung  :
-                                            Peptone                ( Bacto )                      10 gram
-                                            Oxgall                  ( Bacto )                      20 gram
-                                            Lactosa                 ( Bacto )                      10 gram
-                                            Brilliant green                                   0,0133 gram

CARA PEMBUATANNYA  :

                    Sebagaimana tertulis pada etiket botol, sebanyak 40 gram dilarutkan dalam 1 liter aquades. Untuk mendapatkan campuran yang lebih merata dihangatkan dengan WB sambil digoyang. Diisikan pada tabung reaksi ( yang juga diberi tabung durham terbalik ) masing – masing 10 ml. sterilisasi dan langkah selanjutnya sama dengan pembuatan LB single Strengh di atas. Derajat keasaman pada 250C adalah 7,2 ÷ 0,2.

B.                                                       PERBENIHAN UNTUK E. coli.
1)             Perbenihan Endo agar plate.

Resep perbenihan Endo Agar Plate  :
Peptone              ( Oxoid  L 37 )                        1,0 gram
Lactosa                                                              1.0 gram
Potasium phosphate                                           0,35 gram
Sodium Sulfit                                                     0,25 gram
Agar                   ( oxoid L 11 )                          1.0 gram
                Aquades                                                            100 ml
                                                                          pH dibuat 7,5
umumnya perbenihan ini sudah tinggal pakai, kemudian ditimbang menurut petunjuk dalam etiket dibotol, dimasukkan kedalam Erlenmeyer dan ditambahkan aquades sesuai petunjuk, lalu dimasukkan ke dalam autoklaf 1210C selama 15 menit, didiamkan sebentar sampai panasnya turun ± 450C, kemudian ditambah alcohol fuchsin 10% sebanyak 0,4 cc/100 ml media, kemudian campur, dan dituangkan ke dalam cawan petri.
2)             Perbenihan EMB agar plate.
3)             Perbenihan McConkey agar plate.
Pembuatan EMB dan McConkey sama dilihat dalam etiket botol
4)             Perbenihan jenis gula – gula antara lain : glukosa, laktosa, manit. Maltose dan sakarosa. Pembuatan gula – gula ini sama yaitu membuat konsentrasi gula 1% dalam cairan phenol red peptone ( air peptone phenolred ).
Misalnya pembuatan glokosa :
              
               Peptone                                   1 gram
               NaCl                                     0,5 gram
               Aquades                              100 ml
Dicampur baik – baik sampai larut, dibuat pH 7,2. Larutan ini dapat memakai phenolred 0,2% sebagai indicator sebanyak 1ml, kemudian ditambah glukosa 1 gram. Dituangkan ke dalam tabung WR ( tabung gula – gula ) sebanyak ± 2 ml yang di dalamnya sudah berisi tabung durham ( tabung peragian ) dan disumbat dengan kapas. Kemudian disterilkan dalam autoklaf 1100C selama 10 menit.

5)                                Perbenihan TSI agar.
     Yeast ekstract                          0,3 gram
     Peptone                                      9 gram
     NaCl                                       0,5 gram
     Lactosa                                       1 gram
     Sukrosa                                      1 gram
     Dextrosa                                  0,1 gram
     Feri citrat                               0,03 gram
     Sodim thiosulfate                     0,03 gram
     Phenolred                               0,05 gram
     Agar                                         1,2 gram
     Aquades                                  100 ml
                             pH ± 7,4
  Perbenihan semacam ini umumnya sudah dalam keadaan tinggal pakai pembuatannya. Timbang menurut petunjuk dalam etiket botol kemudian dilarutkan dengan aquades dalam volume tertentu, didihkan dalam WB kemudian disterilkan dalam autoklaf 1210C selama 15 menit. Setelah itu diambil dan diletakkan setengah miring sampai membeku.

6)             Agar Miring. ( meramu sendiri )
Ditimbang daging yang telah dibuang lemaknya dan digiling sebanyak 500 gram, direndam dengan air 1 liter kemudian disimpan dalam lemari es semalam. Paginya dimasak 1000C selama 10 menit. Kemudian disaring, filtratnya dicampur dengan agar sebanyak 10 gram, dipanaskan hingga bening. Dituangkan masing = masing ke dalam tabung reaksi sebanyak ± 5 ml, ditutup dengan kapas kasa kemudian disterilkan di autoklaf selama 20 menit. Setelah itu diambil dan didinginkan dalam keadaan miring.

C.             PERBENIHAN UNTUK SALMANELLA DAN PARASALMONELLA.
1)             Endo agar plate.
2)             EMB.
3)             MC.
4)             SS
5)             TSIA
6)             SIM
7)             Simon citrate
8)             Gula – gila : glukosa, laktosa manit, maltose sakarosa
9)             Agar miring.

D.         PERBENIHAN UNTUK PEMERIKSAAN vibrio cholera
1)             Alkalis peptone
2)             TCBS
3)             TSIA
4)             SIM
5)             Simon citrat
6)             Aronson
7)             Monsur

E.                 PERBENIHAN UNTUK Neisseria gonorrhoeae
1)             Agar coklat
2)             Thayer Martin
3)             Stuart transport medium

F.               PERBENIHAN UNTUK corynebacterium diphtheria
1)             Loefler
2)             Tellurite agar clauberg
3)             Tellurite cair


G.           PERBENIHAN UNTUK Mycobacterium tuberculosis
1)             Lowenstein – Jensen
2)             Kudoh

            Untuk pembuatan media yang akan digunakan untuk sensitivity test M. tuberculosis cara dilusi maka seluruh obat sebelum ditambahkan langsung ke dalam media sebaiknya dibuat dulu larutan stok yaitu untuk setiap obat harus mengandung 10 mg obat setiap ml.
     Obat – obat yang biasa dipergunakan adalah sebagai berikut  :
1)              Rifampisin                       40 u     ( 40 mcgr )
2)              Kanamycin                      40 u
3)              Streptomycin                   10 u
4)              INH                              0,2  u      ( prazina )
5)              Ethambutol                      5   u     ( etibi/santibi )
6)              Pyrazinamid                   100 u      ( tibicel )
7)              PAS                                  1 u
8)              Remactan                        10 u
9)             Remactan                         10 u

CARA PEMUATAN LARUTAN STOK

1)                  Rifampisin  500 mg Rif + 25 ml Propilin glikol
                                  300 mg Rif + 15 ml propilin glikol ? A ( 25m/25mg )
                                  150 mg Rif + 7,5 ml propilin glikol
                                         5 ml A + 5 ml aquades = 10 ml ; 10 mg/ml ( B )
            Untuk digunakan 250 ml media dengan konsentrasi obat 40 u :
                                         1 ml B + 9 ml aquades + 240 ml media.
2)             Kanamycin  :
                            1 gr kanamycin + 5 ml aquades             5 ml A ; 200 mg
                                      0,5 ml A + 9,5 ml aquades        10 ml B ; 10 mg ( stok )
          Untuk digunakan 250 ml media dengan kons. 40 mcgr  :
                                          1 ml B + 3 ml aquades + 240 ml media.

3)             Streptomycin :
      1 gr sterpto + 5 ml aquades              5 ml A ( 200 mg ).
          0,5 ml A + 9,5 ml aqua               10 ml B ; 10 mg ( stok )
Untuk digunakan 250 ml media dengan kons. 10 mcgr.
              1 ml B + 3 ml aqua                   4 ml C ; 2,5 mg ( 2500 mcg )
              1 ml C + 9 ml aqua + 250 ml media.
4)                                     INH  :
            100 mg INH + 20 ml aqua          50 ml A ; 5 mg
            1 ml A + 9 ml aqua                      10 ml B ; 500 mcg
           1 ml B + 9 ml aqua                       10 ml C ; 50 mcgr
Untuk digunakan 250 ml media dengan kons. 0,2 mcg :
            1 ml C + 9 ml aqua + 240 ml media
5)                                     Ethambutol ( etibi/santibi )
            500 mg Ethambutol + 20 ml aqua         20 ml A ; 25 mg
            1 ml A + 9 ml aqua                               10 ml B ; 2500 mcg
            1 ml B + 9 ml aqua                               20 ml C ; 125 mcg
Untuk digunakan 250 ml media dengan kons. 5 mcg  :
            10 ml C + 240 ml media
6)             Pyrazinamid ( tibicel )
            500 mgr pyrazinamid + 20 ml aqua           20 ml A ; 25 mg
            2 ml A + 18 ml aqua                                 20 ml B ; 2500 mcg
Untuk digunakan 250 ml media dengan kons. 5 mcg :
            10 ml B + 240 ml media
7)             PAS
            500 mcg PAS + 25 ml aqua            25 ml A ; 20 mg
            1 ml A + 19 ml aqua                        20 ml B ; 1 mg ( 1000 mcg )
            1 ml B + 19 ml aqua                        20 ml C ; 50 mcg
            10 ml C + 10 ml aqua                      20 ml D ; 25 mcg
Untuk digunakan 250 ml media dengan kons. 1 mcg  :
            10 ml D + 240 ml media
8)             Remactan 10 u  :
            150 mg + 15 ml propilin plikol         15 ml A ; 10 mg
            1 ml A + 3 ml aqua                            4 ml B ; 2500 mcg
            2 ml B + 18 ml aqua                        20 ml C ; 250 mcg
Untuk digunakan 250 ml media dengan kons. 10 mcg  :
            10 ml C + 240 ml media

9)             Remactan 50 u  :
            2 ml A + 14 ml aqua               16 ml B ; 1250 mcg
Untuk digunakan 250 ml media dengan kons. 50 mcg  :
            10 ml B + 240 ml media.