Halaman

13 November 2012

Dengar Laraku dengar suara hati ini bicara.


Sang matahari di saat itu kian pancarkan sinarnya yang begitu panas, hingga di bulan ini terasa Kota ku berada di ujung neraka.., Panas terik siang kian membakar tubuh ini, sang peluh dari tubuh ini keluar tak hentinya, saat tubuh ini tak tahan,, dan merasa ketika itu juga ada sesuatu yang menusuk bagian Kepala ini, merasa berat merasa tak bisa untuk melanjutkan aktifitasku, saat kesempatan datang luangkan sedikit waktu ku tuk menyandarkan kepala ini pada tempat istirahatku.
Hingga waktu tepat pukul 17.30 waktu yang lama tuk istirahat, tak banyak waktu yang diperlukan tuk istirahat karna saat itupun teringat akan sebuah janji, janji yang tak mungkin di ingkari. Menunggu adalah saat yang tak di inginkan oleh semua orang tapi inilah saat-saat kesabaran seorang manusia di uji, hingga saat itu pun datang dan saat itupun terjadi lagi, mendengar sesuatu yang kedua kalinya yang jelas tak ingin di dengar oleh kedua telinga ini. Hingga Saat berada di tengah keramaian, mata memandang dari tiap sudut ke sudut namun jiwa yang dicari tak terlihat oleh mata ini. Keinginan tuk memberikan obat kesegaran tubuh pada saat itu hilang sudah, tak pernah terpikir dan tak pernah kusadari mengapa hati dan perasaan sebodoh ini? Mencari sesuatu yang sudah tak sepantasnya tuk dicari setelah sesuatu itu terjadi kedua kalinya. Saat semua suara memberikan obat penyemangat kepada sang peraih juara - juara sejati.  saat itu pun ada satu pribadi yang merasa sepi di tengah tengah keramaian ituu. Satu pribadi yang tak pernah terpikir entah harus memulai dari mana tuk memulai bertanya, semuanya terasa berat tuk memulainya . Bingung apa yang harus dilakukan, canggung ya begitulah ada yang canggung dengan semua ini. Itulah diriku ! Aku merasa sendiri ketika malam itu datang berharap sang matahari pagi segera keluar dari persembunyiannya, Aku butuh orang lain yang bersedia mendengar semua curahan hati ini dari orang yang merasa kehilangan sesuatu dari dirinya. Tak jauh dari pandangan mataku tak jauh dari pribadi ku ini, karena aku masih memiliki seorang pribadi yang dekat dengan ku yang bersedia mendengar semuanya, berpikir bahwa dialah yang harus aku datangi yang harus aku ungkapkan semuanya, karna Dialah satu-satunya yang mengerti. GOD IS MY POWER

(Watashi wa itsumo, watashi wa kami kara no subete ga hitsuyōna baai wa, watashi wa nani o shitte,-shin ni kanzen ni jūjun'na, hontōni watashi o aishite kami hitori no motomeru inori to negai o iwa rete iru tabi ni,-shin no ishi o tsuikyū shi tsudzukeru kotodesu. Soshite Passhibu no kami no kyūkyoku no kōi watashi wa senzai nōryoku o kaihatsu shinakereba naranai koto subete o hatasu ue de, sonouga, watashi wa subete no koto o tassei suru tame ni akutibunisuru hitsuyō ga arimasu. Suto rando wa ittaga, nani ga okotta no ka, kyō no keiken ni motodzuite ori, nani ga okotte ita to nanika dakedenaku, ichido ni chikaku sa reta. )



Tidak ada komentar: